Indonesia Pastikan Pasukan ISF Tidak Lakukan Operasi Militer di Gaza
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa 8.000 personel yang akan tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) tidak akan melakukan operasi militer di wilayah Gaza. Hal ini disampaikan oleh Menlu dalam pernyataannya di Washington DC, AS, yang dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Menlu menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menyampaikan batasan nasional atau national caveats dalam pelaksanaan mandat tersebut. Salah satu batasan yang diberikan adalah bahwa pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur ofensif. Mereka hanya diperkenankan melakukan tindakan defensif jika menghadapi ancaman langsung.
“National caveats kita juga sudah kita sampaikan ke ISF, bahwa kita tidak melakukan operasi militer. Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata. Kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi. Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak,” ujar Sugiono.
Pengiriman pasukan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendukung upaya kemanusiaan internasional. Menlu menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut tidak berkaitan dengan hubungan diplomatik dengan pihak tertentu, melainkan merupakan mandat internasional untuk menjaga perdamaian dan melindungi masyarakat sipil.
“Ini adalah pasukan yang ditugaskan untuk yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi,” jelas dia.
Penempatan Pasukan dan Pembagian Wilayah Operasi
Nantinya, pasukan akan ditempatkan di beberapa sektor yang telah ditentukan sesuai dengan rencana komprehensif Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang telah dipaparkan. Pengerahan pasukan ini juga akan mengikuti pembagian wilayah operasi yang diproyeksikan terdiri atas sejumlah sektor dengan total kekuatan gabungan sekitar 20.000 personel dari berbagai negara.
Penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander Operasi dalam ISF merupakan bentuk penghargaan terhadap rekam jejak profesional prajurit Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia. Sugiono menyebut bahwa posisi ini juga akan memfasilitasi tujuan dan niatan Indonesia dalam mengirimkan pasukan ke ISF.
“Deputy commander operasi juga merupakan sesuatu yang penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan menjaga perdamaian dan saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan ke ISF,” tambahnya.
Kontribusi Indonesia dalam Misi Internasional
Dengan partisipasi dalam ISF, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga perdamaian global. Selain itu, langkah ini juga menegaskan bahwa pasukan Indonesia akan tetap menjalankan tugasnya dengan prinsip keamanan dan kemanusiaan. Tidak ada intervensi militer yang dilakukan, sehingga fokus utamanya tetap pada perlindungan masyarakat sipil dan menjaga stabilitas wilayah.
Indonesia terus memperkuat perannya dalam misi-misi internasional, baik dalam penjagaan perdamaian maupun bantuan kemanusiaan. Dengan pengalaman yang dimiliki, prajurit Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dunia.

